Blog

Informatif

STANDAR AKUNTANSI YANG BERLAKU 1 JANUARI 2020

FEBRUARY 14TH, 2020 POLITEKNIK NEGERI BALI

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru mengadopsi dari International Financial Reporting Standars (IFRS) yang dikeluarkan oleh Otoritas Akuntan Internasional, International Accounting Standard Board (IASB), PSAK tersebut wajib diimplemetasikan pada tahun 2020.

    PSAK yang akan berlaku antara lain:
  1. PSAK 71 – mengenai instrument keuangan (Adopsi IFRS 9)
  2. PSAK 72 – mengenai pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (Adopsi IFRS 15)
  3. PSAK 73 – mengenai Sewa (Adopsi IFRS 16)

PSAK 71

Soal pencadangan atas penurunan nilai aset keuangan yang berupa piutang, pinjaman, atau kredit. Standar baru ini mengubah secara mendasar metode penghitungan dan penyediaan cadangan untuk kerugian akibat pinjaman yang tak tertagih. PSAK 71 memandatkan korporasi menyediakan pencadangan sejak awal periode kredit. Kini, dasar pencadangan adalah ekspektasi kerugian kredit (expected credit loss) di masa mendatang berdasarkan berbagai faktor; termasuk di dalamnya proyeksi ekonomi di masa mendatang.

PSAK 72

PSAK 72 mengubah cara pengakuan pendapatan kontrak yang tadinya rigid (rule based) menjadi berbasis prinsip (principle based). Pengakuan pendapatan kontrak, misalnya, sekarang tidak berdasarkan besaran uang muka yang sudah diterima.

Berdasarkan standar baru ini, pengakuan pendapatan bisa dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak (over the time) atau pada titik tertentu (at a point of time). Namun, pengakuan pendapatan bertahap tidak bisa diterapkan kepada sembarang kontrak. Ada syarat-syarat terkait konsumsi manfaat oleh pelanggan, peningkatan nilai aset di sisi pelanggan, serta kesepakatan tahap pembayaran kontrak. Jika suatu kontrak tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, pendapatan kontrak itu baru bisa diakui saat terjadi penyerahan aset (at a point of time).

PSAK 73

Berdasarkan PSAK 73, korporasi penyewa mesti membukukan hampir semua transaksi sewanya sebagai sewa finansial (financial lease). Pembukuan sewa operasi (operating lease) hanya boleh dilakukan atas transaksi sewa yang memenuhi dua syarat: berjangka pendek (di bawah 12 bulan) dan bernilai rendah. Yang masuk kategori ini misalnya sewa ponsel, laptop, dan sejenisnya.