Blog

Informatif

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BERLAKU EFEKTIF 1 JANUARI 2021

FEBRUARY 23TH, 2021 POLITEKNIK NEGERI BALI

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) aktif melaksanakan konvergensi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengacu pada Internationl Financial Reporting Standards (IFRS). Selain itu, selama tahun 2020, DSAK IAI juga menerbitkan standar lokal yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi entitas dalam menyusun laporan keuangannya.

Adapun SAK yang akan berlaku tahun 2021 antara lain:

  1. Amandemen PSAK 22
  2. Amandemen PSAK 55, 60, 62, 71, 73

Amandemen PSAK 22

Mengenai kombinasi bisnis tentang definisi bisnis tentang referensi ke kerangka konseptual ini mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan kerangka konseptual pelaporan keuangan. Secara umum Amendemen PSAK 22 ini membahas tentang penambahan deskripsi terkait “liabilitas dan liabilitas kontinjensi dalam ruang lingkup PSAK 57 atau ISAK 30” yang dinyatakan dalam paragraf 21A-21C, mengubah paragraf 23 dengan mengklarifikasi liabilitas kontinjesi yang diakui pada tanggal akuisisi, menambahkan paragraf 23A terkait definisi aset kontinjensi dan perlakuan akuntansinya.

Amandemen PSAK 55, Amandemen PSAK 60, Amandemen PSAK 62, Amandemen PSAK 71, dan Amandemen PSAK 73

Mengenai reformasi acuan suku bunga – tahap 2 diadopsi dari ifrs tentang interest rate benchmark reform – phase 2. Reformasi acuan suku bunga tersebut mengacu pada reformasi global yang menyepakati penggantian IBOR dengan acuan suku bunga alternatif. Adapun isu akuntansi yang timbul dari penggantian IBOR dibagi menjadi dua tahap yaitu:

  1. Tahap Pertama (pre-replacement issues)
  2. Merupakan isu atas ketidakpastian yang muncul menjelang periode transisi yang mempengaruhi pelaporan keuangan pada periode sebelum penggantian acuan suku bunga. Untuk mengatasi isu tersebut IASB telah mengeluarkan Interest Rate Benchmark Reform Amendments to IFRS 9, IAS 39 and IFRS 7 pada tahun 2019 yang telah diadopsi dan disahkan oleh DSAK IAI menjadi Amendemen PSAK 71: Instrumen Keuangan, Amendemen PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan Amendemen PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Reformasi Acuan Suku Bunga.
  3. Tahap Kedua (replacement issues)
  4. Pada tahap ini membahas isu yang mungkin mempengaruhi pelaporan keuangan selama reformasi acuan suku bunga, termasuk dampak perubahan arus kas kontraktual atau hubungan lindung nilai yang timbul dari penggantian acuan suku bunga dengan acuan alternatif yang baru. Amendemen ini mengubah persyaratan dalam PSAK 71: Instrumen Keuangan, PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62: Kontrak Asuransi dan PSAK 73: Sewa yang terkait dengan:
    1. Perubahan dasar untuk menentukan arus kas kontraktual dari aset keuangan, liabilitas keuangan dan liabilitas sewa;
    2. Akuntansi lindung nilai; dan
    3. Pengungkapan.
    Reformasi Acuan Suku Bunga – Tahap kedua hanya berlaku untuk perubahan yang disyaratkan oleh reformasi acuan suku bunga untuk instrumen keuangan dan hubungan lindung nilai.